Hanya satu tahun perjumpaan kami. Setelah itu dy haruz pergi meninggalkan aku yang mulai merasakan s'buah kenyamanan saat berada di sisinya. Dy lah guru jalananku, aku mulai menemukan jati diri yang ku miliki karenanya. aku menyadari betapa berlaku dewasa itu penting. Aura keguruan yang dapat aku liat dari nya. Dia bukanlah seseorang yang bermurid , mengajar siswa siswinya dr pagi hingga siank. Dia hanyalah seseorang yang lebih SENIOR dari ku. Menganggap segalanya akan berakhir dengan baik jika kita meyakininya.
Rasa itu tumbuh dari hati, berawal oleh sebuah pandangan, sebenarnya diriku tak cukup dekat dg dirinya. Aku hanya berkomunikasi dan tahu tentang nya cukup dengan mataku. Mulutku mengikuti larangan hatiku yang tak sanggup bersuara dihadapannya. Telingaku cukup mendengar manakala ia bertutur. Bibirku cukuplah tersenyum menanggapi apa katanya. "My S3ns3I", Dialah guruku.
Belajar mengagumi, pelajaran pertama yang aku dapatkan saat bertemu dengan "My S3ns3I". S3ns3Iku adalah orang yang ramah, mudah dan simpel. Menurutku hal itu layak untuk aku kagumi. Aku melihat orang di sekelilingnya amat menyukainya. Aku menyimpulkan bahwa kepribadian yang dimiliki s3ns3Iku adalah kepribadian yang patut dibanggakan.
Belajar mengagumi, pelajaran pertama yang aku dapatkan saat bertemu dengan "My S3ns3I". S3ns3Iku adalah orang yang ramah, mudah dan simpel. Menurutku hal itu layak untuk aku kagumi. Aku melihat orang di sekelilingnya amat menyukainya. Aku menyimpulkan bahwa kepribadian yang dimiliki s3ns3Iku adalah kepribadian yang patut dibanggakan.
